D'TIRAI ANJUNG

Selamat datang ke blog Anjung Puisi. Blog ini menghimpunkan dan menyiarkan karya-karya puisi Melayu moden dan tradisional, artikel tentang puisi Melayu, peristiwa, aktiviti yang berkait dengan puisi di seluruh tanah air dan lain-lain. Moga para pembaca dan menimba manfaat dan memperolehi ketenangan tatkala melayari blog ini. - a. halim ali




Sabtu, 21 November 2009

PUISI 1 : SAJAK KEPADA PENGANTIN

Antara pesan dan ingatan


terbentang hamparan hidup
di tepi laut cabaran
sebagai tempat kau menyulam budi
dengan pasir pantai
sebagai tempat kau menyimpul tali keakraban
dengan percikan badai
pintallah ikatan setia
antara ombak dan badai
ombak dan badai adalah kau berdua yang disatukan.

Katakanlah hai si isteri pada suamimu
akan kupupuk benih cinta
tatkala malam berlabuh di musim bahagia
sebagai tanda kasihmu yang memanjang
sayangmu yang tak berkurang
tanda dirinya yang kau cintai seorang.

Katakanlah hai si suami pada isterimu
Akan kuhindar rasa sangsi dan cemburumu
Akanku pelihara tulus budi dalam keyakinanku
Akan kudinginkan hatimu tatkala panas membara
Akan kudamaikan jiwamu tatkala resah membadai
Akan kuhiburkan sunyimut atkala sepi beradu
Akan kuhimpunkan kasih sayangmu
dalam kesetiaan dan ketulusanku.

Kepada si suami dengarlah pesanku;
usaha kau bangga dengan kehebatan
menempuh gelombang di lautan
kerana ia tidak mampu
memberanikan langkahmu menjengah ombak
yang membadai dalam gelora rumah tangga.

Usah kau hitung
dosa yang berpasir di hati isterimu
kerana ia tidak dapat menambah ketaatan
tatkala kau memerlukan.

Tapi, jangan sesekali kau tunduk
membiar runtuhnya ikatan
merela perselisihan berpanjangan
kerana, secerbis kesilapan
tidak berupaya menghalang
hadirnya perpisahan.

Dengarlah si isteri pesanku;
kau akan harungi perjalanan ini bergandingan
lembutkan jemari pautkan di hati suami
imbangi langkah agar tidak mendepani
simpulkan tutur bicara dalam raut wajah ceria
agar teguranmu tidak mendarah luka.

Kau akan hidup susah senang dengannya
lebihkan sabar dalam timbangan rasa
luaskan jalan perbincangan tika bersengketa
pohonlah kemaafan jika terlanjur kata
suami itu seorang manusia perasa.

Engkau akan menjadi pendidik yang tak henti belajar
tentang pahit rasa kemanusiaan dan
masam manis kehidupan; tentang
sulitnya perhubungan dan getirnya perselisihan
darinya kau kan tahu betapa dalam dan tinggi nikmat
bila hidup dirawang kebahagiaan
rindu tatkala berjauhan
dan pedih kehidupan bila berlaku perpisahan.

Kudoakan kau diberkati Tuhan
Cahaya indah berseri alam
Bahagia hidup kalian sepanjang zaman.

Karya: a.halim ali
UPSI

Tiada ulasan:

Catat Ulasan